Pengertian jurnal penyesuaian, fungsi, cara membuat jurnal penyesuaian, tujuan jurnal penyesuaian, contoh jurnal penyesuaian, dan kesimpulan jurnal penyesuaian.
Apa itu Jurnal Penyesuaian?
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat ketika ada
perubahan saldo pada suatu akun.
Setiap pencatatan terjadinya perubahan saldo pada suatu akun
tertentu pada akhirnya dapat menunjukkan saldo sebenarnya. Nah, jumlah inilah
yang kemudian menjadi saldo riil yang diketahui pada penghujung suatu periode
pembukuan yang juga dapat menentukan pencatatan pendapatan maupun beban bersih
suatu perusahaan.
Jurnal Penyesuaian juga merupakan bagian dari akutansi dasar dan
yang terpenting dari jurnal penyesuaian adalah penggunaan logika, yang sering
dianggap sulit. Pada buku berjudul Mudah Memahami Jurnal Penyesuaian yang
dibuat oleh Despaten R. Purba ini hal tersebut akan dikupas sehingga pemahaman
jurnal penyesuaian akan lebih mudah untuk dipelajari Grameds.
Karena disusun untuk
mengetahui saldo sesungguhnya pada akhir dari sebuah periode, maka jurnal
penyesuaian pun akan disusun pada penghujung periode itu pula. Tepatnya, jurnal
Ini dibuat sebelum penyusunan kertas kerja (worksheet) dan setelah
menentukan hasil neraca saldo. Inilah yang kemudian membuat jurnal penyesuaian
digunakan dalam rangka untuk menetapkan saldo akhir yang umumnya dimasukkan di
catatan buku besar.
Dapat disimpulkan pula bahwa jurnal penyesuaian adalah jurnal
yang disusun untuk mencatat perubahan saldo pada akun tertentu yang nantinya
memperlihatkan jumlah saldo yang sebenarnya di akhir periode. Dengan demikian
faktor yang mendasari kebutuhan akan jurnal penyesuaian adalah adanya transaksi
yang sudah terjadi namun belum tercatat informasinya, dan transaksi yang sudah
terjadi dan sudah dicatat namun masih memerlukan penyesuaian saldo perkiraan.
Sementara bagi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa
atau layanan, jurnal penyesuaian ini memiliki urgensi tertentu sehingga harus
disusun pada akhir periode pembukuannya. Nah beberapa faktor penyebab
perusahaan jasa perlu membuat jurnal penyesuaian ini antara lain:
·
Perusahaan perlu menyesuaikan pencatatan untuk akun
perlengkapan. Alasannya, dalam operasionalnya, perusahaan selalu menggunakan
perlengkapan yang habis dipakai, dan hal ini pun harus dicatat.
·
Perusahaan jasa juga harus mampu menangani penyusutan nilai pada
akun aktiva tetap dengan cara membuatkan catatan tersendiri pada jurnal
penyesuaian. Dengan begitu, beban pada akun ini dapat diketahui saldo
sebenarnya di akhir periode.
·
Perusahaan juga harus mampu menangani beban yang sudah lewat
jatuh tempo atau dikategorikan sebagai piutang beban yang harus dibayar di
muka.
·
Perusahaan perlu melakukan penyesuaian untuk membayar utang
beban lantaran jasa yang telah terpakai, namun masih belum dibayar.
Fungsi
Jurnal Penyesuaian
Dari sejumlah penjelasan
terkait apa itu jurnal penyesuaian serta berbagai faktor yang mendasari
urgensinya untuk dilakukan oleh akuntan perusahaan, maka dapat diketahui bahwa
fungsi dari pembuatan jurnal penyesuaian di setiap periode antara lain sebagai
berikut;
·
Untuk menentukan akun nominal (akun pendapatan beserta bebannya)
selama suatu periode serta mengetahui kondisi yang sebenarnya dari akun tersebut,
·
Untuk memperkirakan nominal (pendapatan beserta beban) yang
sebenarnya dalam satu periode yang dimaksud,
·
Untuk menentukan saldo catatan yang dimasukkan dalam akun buku
besar nantinya di akhir periode, sehingga estimasi saldo kewajiban maupun harta
akan memperlihatkan jumlah yang sebenarnya, dan
·
Untuk mengetahui situasi sebenarnya dari akun riil (harta,
kewajiban dan modal) di penghujung periode yang dimaksud.
Contoh Jurnal Penyesuaian pada Bisnis
Buku berjudul Analisis Laporan Keuangan yang dibuat oleh Dr. Kasmir akan menjelaskan bagaimana pentingnya bagi sebuah perusahaan dalam memahami sebuah laporan keuangan yang ada menggunakan rasio keuangan.
Apabila Anda berniat mulai menerapkan jurnal penyesuaian dalam
pembukuan, maka beberapa hal yang mungkin perlu Anda lakukan adalah dengan
memahami aturan dasar tentang alur debet kredit dalam ilmu akuntansi, tentu
saja, dan mulai memperhatikan setiap transaksi yang terjadi dalam akun. Anda
bisa melihat sejumlah contoh penerapan jurnal penyesuaian sesuai akun dalam
suatu usaha berikut ini sebagai referensi
1.
Beban Dibayar di Muka
Tak jarang suatu usaha membayar beban untuk periode mendatang,
atau yang disebut sebagai beban dibayar di muka. Dalam kasus ini, Anda
mendapati beban yang harusnya dibayarkan di periode akan datang namun perlu
penghitungan beban yang kemudian harus dilaporkan pada periode saat ini. Contoh
pembuatan jurnal penyesuaian untuk akun ini adalah sebagai berikut:
Di neraca saldo ada Rp 3.800.000,-. Pada akhir periode, saldo
akun sisa Rp 3.000.000,-. Artinya, premi asuransi yang menjadi beban adalah Rp
3.800.000,- kemudian dikurangi Rp 3.000.000,- sehingga hasilnya adalah Rp
800.000,-. Nominal Rp 800.000,- ini yang kemudian diakui sebagai beban asuransi
dan dapat mengurangi jumlah asuransi yang harus dibayarkan di awal.
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
|
Desember 2020 |
Beban asuransi |
Rp 800.000,- |
||
|
Asuransi dibayar
dimuka |
Rp 800.000,- |
2.
Piutang Pendapatan atau Pendapatan yang Masih Harus Diterima
Piutang pendapatan adalah pendapatan yang sudah menjadi hak
perusahaan, namun masih belum diterima. Hak ini kemudian dicatat sebagai
pendapatan di periode terkait. Contoh pembuatan jurnal penyesuaian untuk akun
ini adalah sebagai berikut:
Sebuah pekerjaan senilai Rp 600.000,- telah diselesaikan, dimana
jumlah ini belum masuk di neraca saldo Rp 15.600.000,- yang menjadi piutang
pendapatan perusahaan. Dengan demikian jurnal penyesuaian memuat pendapatan
akan bertambah dan menjadi Rp 16.200.000,-.
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
|
Desember 2020 |
Piutang
Pendapatan |
Rp 600.000,- |
||
|
Pendapatan Jasa |
Rp 600.000,- |
3.
Beban Sewa Gedung Dibayar Dimuka
Untuk beban ini, maka pencatatannya pun hampir sama dengan
contoh beban dibayar dimuka. Contoh pembuatan jurnal penyesuaian untuk akun ini
adalah sebagai berikut:
Saldo untuk akun sewa gedung yang dibayar di awal bernilai Rp
19.200.000,- dimana angka ini masih belum memperlihatkan situasi sebenarnya
karena sewa sudah digunakan senilai Rp 4.200.000,-. Hal ini membuat beban sewa
bertambah sementara sewa dibayar dimuka mengalami pengurangan senilai Rp
4.200.000,-.
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
|
Desember 2020 |
Beban sewa |
Rp 4.200.000,- |
||
|
Sewa dibayar di
muka |
Rp 4.200.000,- |
4.
Penyusutan Peralatan
Masih ada hal lain yang juga harus dicatat ke dalam jurnal
penyesuaian sebagai beban depresiasi atau beban penyusutan peralatan. Contoh
pembuatan jurnal penyesuaian untuk akun ini adalah sebagai berikut:
Periode Desember 2020, beban penyusutan (depresiasi) tercatat
senilai Rp 2.400.000,- yang kemudian menambah beban penyusutan dan akumulasi
penyusutan senilai Rp 2.400.000,-.
Anda dapat membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
|
Desember 2020 |
Beban Penyusutan
Peralatan |
Rp 2.400.000,- |
||
|
Akumulasi
Penyusutan Peralatan |
Rp 2.400.000,- |
5.
Pendapatan Diterima di muka
Ketika sebuah perusahaan menerima pendapatan diterima di muka,
maka pendapatan tersebut tidak bisa langsung dicatat sebagai pendapatan,
melainkan dicatatkan sebagai utang terlebih dahulu. Alasannya karena belum ada
realisasi pendapatan yang artinya masih belum menjadi hak perusahaan. Contoh
pembuatan jurnal penyesuaian untuk akun ini adalah sebagai berikut:
Pendapatan diterima di muka bersaldo Rp 5.000.000,-. Namun
perusahaan masih mengerjakan senilai Rp 2.000.000,- saja, artinya masih ada Rp
3.000.000,- yang menjadi utang pendapatan.
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
|
Desember 2020 |
Pendapatan
diterima di muka |
Rp 3.000.000,- |
||
|
Pendapatan Sewa |
Rp 3.000.000,- |
6
Perlengkapan yang Tersisa atau Pemakaian Perlengkapan
Perlengkapan adalah bahan yang dibeli untuk kepentingan
operasional perusahaan dan tidak untuk dijual kembali, yang artinya perusahaan
harus melakukan pencatatan terhadap pemakaian perlengkapan ini. Biasanya
pencatatan ini juga dilakukan dengan cara menghitung fisik jumlah perlengkapan
yang tersisa. Contoh pembuatan jurnal penyesuaian untuk akun ini adalah sebagai
berikut:
Akun perlengkapan bersaldo Rp 4.500.000,-. Pada akhir periode,
informasi sisa perlengkapan senilai Rp 2.700.000,- atau dengan kata lain
perusahaan menggunakan perlengkapan senilai Rp 4.500.000,- yang dikurangi
dengan Rp 2.700.000,- yaitu senilai Rp 1.700.000,- dengan pencatatan di jurnal
penyesuaian seperti berikut
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
|
Desember 2020 |
Beban
Perlengkapan |
Rp 1.800.000,- |
||
|
Perlengkapan |
Rp 1.800.000,- |
7.
Menyelesaikan Jurnal Penyesuaian
Dalam menyelesaikan jurnal penyesuaian, silakan Anda lihat tabel
ini sebagai tambahan referensi;
Tujuan Jurnal Penyesuaian
Setelah Anda menyimak
tentang pengertian, fungsi dan contoh dari beberapa akun dalam jurnal
penyesuaian yang telah dijelaskan di atas, maka tujuan dari penyusunan jurnal
ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
·
Jurnal penyesuaian dibuat dengan tujuan untuk memilah akun-akun
yang masih bercampur sehingga menjadi akun riil dan akun nominal. Pada akhir
periode tertentu, akan ada beberapa akun riil yang menunjukan jumlah pasti. Hal
ini utamanya pada akun riil yang berjenis hutang dan aktiva di dalam sebuah
neraca.
·
Jurnal penyesuaian dibuat dengan tujuan agar dapat memberikan
gambaran secara menyeluruh tentang pendapatan yang ada di dalam akun-akun
nominal di akhir periode yang juga dapat diartikan bahwa jurnal penyesuaian
akan memberikan gambaran terkait jumlah beban serta jumlah pendapatan secara
valid.
·
Jurnal penyesuaian juga dibuat dengan tujuan untuk menekan
setiap potensi kesalahan yang mungkin terjadi yang dikarenakan oleh beberapa
pos antisipasi.
·
Jurnal penyesuaian juga bisa dibuat dengan tujuan untuk
mempertahankan konsistensi yang telah ditetapkan dalam akuntansi sebuah
perusahaan sesuai pedoman yang telah ditentukan.
Akun
yang Memerlukan Jurnal Penyesuaian
Pada umumnya, akan ada beberapa hal atau akun yang perlu
dibuatkan penyesuaian di akhir suatu periode pembukuan perusahaan. Hal-hal ini
bisa meliputi:
1. Persediaan Barang dan Jasa
Jurnal penyesuaian digunakan dalam menghilangkan persediaan
barang (awal) yang ada di neraca saldo serta mencatat persediaan barang (akhir)
berdasar informasi dari Stok Opname dalam periode. Jurnal penyesuaian
persediaan barang dapat disusun menggunakan metode Ikhtisar Rugi-Laba
sebagai berikut:
|
Ikhtisar
Rugi-Laba |
Rp. XXX |
|
|
Persediaan Barang
Awal |
Rp. XXX |
|
|
Persediaan Barang
Akhir |
Rp. XXX |
|
|
Ikhtisar Rugi-Laba |
Rp. XXX |
2.
Persediaan Perlengkapan
Sejumlah perlengkapan yang telah terpakai selama periode dalam
kegiatan perusahaan juga memerlukan jurnal penyesuaian yang dapat disusun
dengan cara sebagai berikut:
|
Beban
Perlengkapan |
Rp. XXX |
|
|
Perlengkapan
(senilai perlengkapan yg terpakai) |
Rp. XXX |
3.
Penyusutan Aset Tetap
Aktiva tetap berwujud atau aset tetap dalam satu periode juga
memerlukan jurnal penyesuaian yang bisa dibuat menggunakan metode seperti:
|
Beban Penyusutan
… |
Rp. XXX |
|
|
Akumulasi
Penyusutan … |
Rp. XXX |
4.
Biaya YMH Dibayar
Biaya yang menjadi hak (YMH) namun masih belum dibayarkan
tunainya juga perlu dibuatkan jurnal penyesuaian di akhir periode. Contoh
pembuatan akun ini dapat menggunakan metode sebagai berikut:
|
Beban … |
Rp. XXX |
|
|
… YMH Dibayar |
Rp. XXX |
5.
Biaya Dibayar di Muka
Biaya yang sudah digunakan bisa dibuatkan jurnal penyesuaian
saat melakukan pembayaran dan dicatatkan sebagai biaya dibayar di muka pada
akhir periode. Penyusunan jurnal untuk akun bisa dibuat sebagai berikut:
|
Beban … |
Rp. XXX |
|
|
…YMH Dibayar di
Muka |
Rp. XXX |
6.
Penaksiran Piutang tak Tertagih
Kerugian piutang yang tak tertagih dapat dibuat jurnal
penyesuaian untuk mengetahui nilai sebenarnya pada akhir periode. Jurnal
penyesuaian untuk akun ini dapat disusun melalui metode seperti:
|
Kerugian Piutang
tak Tertagih |
Rp. XXX |
|
|
Cadangan Piutang
tak Tertagih |
Rp. XXX |
7.
Penyesuaian Saldo Kas di Bank dengan Laporan Rekening Koran
Apabila terdapat selisih antara saldo kas di bank yang dicatat
oleh perusahaan dengan saldo di rekening koran bank, maka koreksi di akhir
periode dapat dilakukan menggunakan jurnal penyesuaian. Nah, jurnal penyesuaian
untuk akun seperti ini dapat disusun dengan metode seperti:
|
Kas di Bank |
Rp. XXX |
|
|
Beban Adm Bank |
Rp. XXX |
|
|
Pendapatan Bunga |
Rp. XXX |
8.
Pendapatan YMH Diterima
Pendapatan yang menjadi hak (YMH) akan tetapi masih belum
diterima tunainya juga perlu dibuatkan jurnal penyesuaian hingga di akhir
periode. Sementara penulisannya dapat menggunakan metode sebagai berikut:
|
… YMH Diterima |
Rp. XXX |
|
|
Pendapatan … |
Rp. XXX |
9.
Penyesuaian Saldo Kas di Bank dengan Rekening Koran dari Bank
Jurnal penyesuaian juga dapat digunakan untuk memeriksa
kesesuaian antara saldo rekening yang dicatat perusahaan dan saldo yang dicatat
oleh pihak bank. Sementara contoh dari jurnal penyesuaian ini, misalnya, bisa
disusun sebagai berikut:
|
Keterangan |
Debit |
Kredit |
|
Biaya Adm Bank |
||
|
Utang Usaha |
||
|
Piutang Usaha |
||
|
Piutang Wesel |
Kesimpulan
Jurnal Penyesuaian
Demikianlah penjelasan tentang pengertian, cara membuat dan
contoh jurnal penyesuaian. Pada intinya, jurnal penyesuaian ini disusun
demi mengetahui jumlah saldo yang sebenarnya, oleh karenanya pembuatan
jurnal ini membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Dengan mengetahui apa yang
menjadi tujuan dan fungsi dari pembuatan jurnal penyesuaian ini, Anda pun dapat
melakukan pencatatan akuntansi yang lebih baik. Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar